Sulit Berkomunikasi saat Pakai Masker? Mungkin Kamu Alami Efek Ini

(Fazjri Abdillah)


Ilustasi 2 orang berkomunikasi saat memakai masker. (Pixabay)
(Ilustrasi 2 orang berkomunikasi saat memakai masker. Pixabay)


JAKARTA – Kehadiran masker kini dapat dibilang sebagai kebutuhan primer di tengah masyarakat, mengingat pandemi COVID-19 masih terus merebak di dunia. Hampir seluruh kegiatan yang dilakukan di masa new normal saat ini menggunakan masker, salah satunya ketika berkomunikasi, baik dengan rekan kerja, anggota keluarga, teman, dan lain sebagainya.

Namun, hadirnya masker ternyata cukup menyulitkan proses seseorang ketika berkomunikasi. Mengutip laman pemberitaan Bisnis.com, survei terbaru menunjukkan sekitar 95 persen responden merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain saat memakai penutup wajah (masker). Hearing Loss Association of America (HLAA), seperti yang diberitakan Fox News (27/1/2021), menyurvei 1.399 penderita gangguan pendengaran di Amerika Serikat dengan rentang usia responden 55 tahun atau lebih. Lewat survei tersebut, 95 persen melaporkan hadirnya masker menyebabkan hambatan saat berkomunikasi.

Akibatnya, seringkali saat berkomunikasi terjadi kesalahan pengertian (menangkap ucapan) sehingga memunculkan respon berlawanan dengan tujuan atau maksud yang diharapkan. Mudahnya, gak nyambung sama yang diomongin si komunikan (orang yang berbicara dengan kita). Fenomena tersebut disebut sebagai efek McGurk. 


  •  Apa Sih Efek McGurk itu?

Efek McGurk adalah fenomena komunikasi yang terjadi saat seseorang merasa kalau gerakan bibir orang lain tidak sesuai sama apa yang sebenarnya mereka katakan. Fenomena ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1976 dalam sebuah artikel oleh psikolog kognitif Inggris Harry McGurk bersama dengan rekannya John MacDonald berjudul “Mendengar Bibir dan Melihat Suara”.

Studi asli keduanya bertujuan menyelidiki pola imitasi dari sekelompok anak-anak yang mengembangkan kemampuan berbicara, dan eksperimen tersebut melibatkan penyajian beberapa video orang yang mengucapkan suku kata yang berbeda. Namun, saat itu terjadi kesalahan pemutaran. Teknisi yang bertugas memasang video melakukan kesalahan dan menyebabkan gambar dan suara tidak sinkron sehingga mengakibatkan rekaman seseorang terlihat mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan suara yang didengar.

Pada saat memutar video, McGurk dan MacDonald mendengar fonem ketiga, bukan fonem yang diucapkan dengan bibir dan fonem yang dikeluarkan. Kebetulan yang diinginkan keduanya ialah menemukan ilusi pendengaran yang aneh tersebut.

Dalam kasus ini, informasi visual dan pendengaran tidak dianalisis secara terpisah, melainkan digabungkan. Otak manusia memiliki wilayah yang disebut sulkus temporal superior, yang mengkhususkan diri dalam menggabungkan kedua jenis informasi. Akibat kemampuan untuk menggabungkan informasi multimodal ini, sulkus temporal superior menjadi ‘tempat’ pengaturan neurologis di mana efek McGurk ilusi terjadi. Di mana hal tersebut merupakan hasil dari kesalahan dalam penguraian kode pesan ketika dua modalitas sensorik yang berbeda berinteraksi, membuat sesuatu yang dillihat tidak sesuai dengan apa yang didengar.

Sebelumnya, studi efek McGurk juga pernah dilakukan seorang ahli saraf di Baylor College of Medicine. Saat itu, partisipan diminta untuk menutup mata saat mendengar video seseorang bersuara “ba ba ba”. Lalu, para peserta diminta untuk membuka mata dan menonton video yang sama, namun tanpa suara. Mereka mengatakan kalau sepertinya orang di video itu mengucapkan “ga ga ga”.

Di akhir percobaan, video diputar ulang dengan suara aktif. Ternyata, para peserta menonton dan mendengarkan video itu, menjadi sensitif pada efek McGurk, menyebut kalau mereka mendengar suara “da da da”. Tentu suara ini tidak cocok dengan petunjuk visual atau pendengaran yang mereka katakan di awal eksperimen. Studi inilah yang mengilustrasikan efek McGurk.


  •     Cara Tingkatkan Komunikasi saat Memakai Masker

Lantas, bagaimana caranya mengatasinya? Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar dapat berkomunikasi lancar meskipun saat memakai masker. Berikut sejumlah tips dari dr Lorienne Jenstad, audiolog dari UBC School of Audiology and Speech Sciences dan koleganya, dr Brenda Poon dikutip dari laman Beyond Minggu (2/1),

1.      Menggunakan Bahasa Tubuh

Ketika dua pertiga wajah Anda tertutup dengan masker, satu-satunya isyarat wajah yang tersisa adalah mata dan alis. "Lakukan sedikit gerakan sepertiga bagian atas wajah Anda," kata Jenstad. Jika membuat senyum lebar di balik masker, kamu masih bisa melihat mata berkerut sehingga memberi orang beberapa isyarat. Selain mata, kamu juga bisa memanfaatkan bagian tubuh lainnya, seperti alis, tangan, hingga postur tubuh.

2.      Bicaralah 10 Persen Lebih Keras dan 10 Persen Lebih Lambat

Mayoritas orang cenderung berteriak atau berbicara sangat lambat kepada lawan bicaranya yang sedang mengalami kesulitan ketika mendengarnya. Hal tersebut tidaklah membantu, karena bisa mendistorsi suara dan mengirimkan pesan yang campur aduk. Berusahalah lebih keras untuk meninggikan suara dan berbicara dengan lebih jelas serta agak lambat.

3.      Bergantian

Selayaknya sebuah meeting pada aplikasi telekonferensi populer Zoom, di mana seseorang sudah terbiasa diam saat orang lain berbicara. Cobalah untuk menerapkan hal tersebut saat berkomunikasi secara langsung (tidak berbicara berbarengan/bersamaan).

4.      Berkomunikasi via Chat

Sebagian besar ponsel cerdas memiliki aplikasi chatting. Kamu bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada dan mengubah ucapan yang ingin disampaikan menjadi sebuah teks. Kemudian tunjukkan ponsel kamu kepada orang lain (lawan bicara) untuk memperjelas pemikiran atau pesan yang ingin disampaikan.


Fazjri Abdillah

Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Penerbitan (Jurnalistik) / Semester 5

Instagram: @rana.warta



#capek #kesal #bete

 

Komentar

  1. Wah iya penting banget nih informasinya di masa2 sekarang

    BalasHapus
  2. astaga iya banget susah ngomong! thx infonya gan

    BalasHapus
  3. wahh bener banget nihh, thankyou sangat informatif

    BalasHapus
  4. Terima kasih atas solusinya karena pakai masker jadi kurang jelas pendengarannya jadi komunikasi terhambat

    BalasHapus
  5. bener banget, sangat informatif nih

    BalasHapus
  6. Sangat informatif, terimakasih kak

    BalasHapus
  7. wahh informatif banget nih, makasih yaa

    BalasHapus
  8. bagusss, informatif bangett!!

    BalasHapus
  9. relate banget sm aku yang udh agak diem jadi makin mager ngomong karena pakai masker! untung ada solusinya nihh

    BalasHapus
  10. terimakasih banyak atas informasi nya.. jadi lebih tau deh

    BalasHapus
  11. terimakasih atas informasi tambahannya

    BalasHapus
  12. Terima kasih atas infonya, sangat, its helpful 😁

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  14. wah baru tau info tentang efek mcgurk. terimakasih untuk tips"nya ini sangat membantu

    BalasHapus
  15. informatif sekalii, terimakasih blognya kak Fazri sangat membantu!

    BalasHapus
  16. Sangat informatif nih di masa pandemi seperti ini

    BalasHapus
  17. Sangat bagus banget informasi nya

    BalasHapus
  18. Makasih banyak atas informasinya. .

    BalasHapus
  19. Ini erat kaitannya dengan Intonasi, gestur tubuh dan mimik wajah. Terima kasih, at least saya tau tentang efek McGurk

    BalasHapus

Posting Komentar