JAKARTA – Kehadiran masker kini dapat dibilang sebagai kebutuhan primer di tengah
masyarakat, mengingat pandemi COVID-19 masih terus merebak di dunia. Hampir
seluruh kegiatan yang dilakukan di masa new normal saat ini
menggunakan masker, salah satunya ketika berkomunikasi, baik dengan rekan
kerja, anggota keluarga, teman, dan lain sebagainya.
Namun, hadirnya masker ternyata cukup menyulitkan proses seseorang ketika
berkomunikasi. Mengutip laman pemberitaan Bisnis.com,
survei terbaru menunjukkan sekitar 95 persen responden merasa kesulitan dalam
berkomunikasi dengan orang lain saat memakai penutup wajah (masker). Hearing
Loss Association of America (HLAA), seperti yang diberitakan Fox
News (27/1/2021), menyurvei 1.399 penderita gangguan pendengaran di Amerika
Serikat dengan rentang usia responden 55 tahun atau lebih. Lewat survei
tersebut, 95 persen melaporkan hadirnya masker menyebabkan hambatan saat
berkomunikasi.
Akibatnya, seringkali saat berkomunikasi terjadi kesalahan pengertian (menangkap ucapan) sehingga memunculkan respon berlawanan dengan tujuan atau maksud yang diharapkan. Mudahnya, gak nyambung sama yang diomongin si komunikan (orang yang berbicara dengan kita). Fenomena tersebut disebut sebagai efek McGurk.
- Apa Sih Efek McGurk itu?
Efek
McGurk adalah fenomena komunikasi yang terjadi saat seseorang merasa kalau
gerakan bibir orang lain tidak sesuai sama apa yang sebenarnya mereka katakan. Fenomena
ini pertama kali dijelaskan pada tahun 1976 dalam sebuah artikel oleh psikolog
kognitif Inggris Harry McGurk bersama dengan rekannya John MacDonald berjudul
“Mendengar Bibir dan Melihat Suara”.
Studi
asli keduanya bertujuan menyelidiki pola imitasi dari sekelompok anak-anak yang
mengembangkan kemampuan berbicara, dan eksperimen tersebut melibatkan penyajian
beberapa video orang yang mengucapkan suku kata yang berbeda. Namun, saat itu terjadi
kesalahan pemutaran. Teknisi yang bertugas memasang video melakukan kesalahan
dan menyebabkan gambar dan suara tidak sinkron sehingga mengakibatkan rekaman
seseorang terlihat mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan suara yang
didengar.
Pada
saat memutar video, McGurk dan MacDonald mendengar fonem ketiga, bukan fonem
yang diucapkan dengan bibir dan fonem yang dikeluarkan. Kebetulan yang diinginkan
keduanya ialah menemukan ilusi pendengaran yang aneh tersebut.
Dalam
kasus ini, informasi visual dan pendengaran tidak dianalisis secara terpisah,
melainkan digabungkan. Otak manusia memiliki wilayah yang disebut sulkus
temporal superior, yang mengkhususkan diri dalam menggabungkan kedua jenis
informasi. Akibat kemampuan untuk menggabungkan informasi multimodal ini, sulkus
temporal superior menjadi ‘tempat’ pengaturan neurologis di mana efek McGurk
ilusi terjadi. Di mana hal tersebut merupakan hasil dari kesalahan dalam
penguraian kode pesan ketika dua modalitas sensorik yang berbeda berinteraksi,
membuat sesuatu yang dillihat tidak sesuai dengan apa yang didengar.
Sebelumnya,
studi efek McGurk juga pernah dilakukan seorang ahli saraf di Baylor College
of Medicine. Saat itu, partisipan diminta untuk menutup mata saat mendengar
video seseorang bersuara “ba ba ba”. Lalu, para peserta diminta untuk membuka
mata dan menonton video yang sama, namun tanpa suara. Mereka mengatakan kalau
sepertinya orang di video itu mengucapkan “ga ga ga”.
Di akhir percobaan, video diputar ulang dengan suara aktif. Ternyata, para peserta menonton dan mendengarkan video itu, menjadi sensitif pada efek McGurk, menyebut kalau mereka mendengar suara “da da da”. Tentu suara ini tidak cocok dengan petunjuk visual atau pendengaran yang mereka katakan di awal eksperimen. Studi inilah yang mengilustrasikan efek McGurk.
- Cara Tingkatkan Komunikasi saat Memakai Masker
Lantas, bagaimana caranya mengatasinya? Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar dapat berkomunikasi lancar meskipun saat memakai masker. Berikut sejumlah tips dari dr Lorienne Jenstad, audiolog dari UBC School of Audiology and Speech Sciences dan koleganya, dr Brenda Poon dikutip dari laman Beyond Minggu (2/1),
1. Menggunakan Bahasa Tubuh
Ketika dua pertiga wajah Anda tertutup dengan masker, satu-satunya isyarat wajah yang tersisa adalah mata dan alis. "Lakukan sedikit gerakan sepertiga bagian atas wajah Anda," kata Jenstad. Jika membuat senyum lebar di balik masker, kamu masih bisa melihat mata berkerut sehingga memberi orang beberapa isyarat. Selain mata, kamu juga bisa memanfaatkan bagian tubuh lainnya, seperti alis, tangan, hingga postur tubuh.
2. Bicaralah 10 Persen Lebih Keras dan 10 Persen Lebih Lambat
Mayoritas orang cenderung berteriak atau berbicara sangat lambat kepada lawan bicaranya yang sedang mengalami kesulitan ketika mendengarnya. Hal tersebut tidaklah membantu, karena bisa mendistorsi suara dan mengirimkan pesan yang campur aduk. Berusahalah lebih keras untuk meninggikan suara dan berbicara dengan lebih jelas serta agak lambat.
3. Bergantian
Selayaknya sebuah meeting pada aplikasi telekonferensi populer Zoom, di mana seseorang sudah terbiasa diam saat orang lain berbicara. Cobalah untuk menerapkan hal tersebut saat berkomunikasi secara langsung (tidak berbicara berbarengan/bersamaan).
4. Berkomunikasi via Chat
Sebagian
besar ponsel cerdas memiliki aplikasi chatting. Kamu bisa memanfaatkan perkembangan
teknologi yang ada dan mengubah ucapan yang ingin disampaikan menjadi sebuah teks. Kemudian
tunjukkan ponsel kamu kepada orang lain (lawan bicara) untuk memperjelas
pemikiran atau pesan yang ingin disampaikan.
Fazjri
Abdillah
Mahasiswa
Politeknik Negeri Jakarta
Penerbitan
(Jurnalistik) / Semester 5
Instagram:
@rana.warta
#capek #kesal #bete
Wah iya penting banget nih informasinya di masa2 sekarang
BalasHapusastaga iya banget susah ngomong! thx infonya gan
BalasHapuswahh bener banget nihh, thankyou sangat informatif
BalasHapusTerima kasih infonyaa!
BalasHapusTerima kasih atas solusinya karena pakai masker jadi kurang jelas pendengarannya jadi komunikasi terhambat
BalasHapusthank you infonya fazjri!
BalasHapusinformatif bgt nih..
BalasHapusbener banget, sangat informatif nih
BalasHapusSangat informatif, terimakasih kak
BalasHapuswahh informatif banget nih, makasih yaa
BalasHapusbagusss, informatif bangett!!
BalasHapuskeren
BalasHapuswiwww informatif sekali, thankyu!
BalasHapusterima kasih infonya, Fazjri
BalasHapusMakasih infonyaa Jrii. Kereeenn ^^
BalasHapusrelate banget sm aku yang udh agak diem jadi makin mager ngomong karena pakai masker! untung ada solusinya nihh
BalasHapusterimakasih banyak atas informasi nya.. jadi lebih tau deh
BalasHapuskeren banget kakaaa
BalasHapusterimakasih atas informasi tambahannya
BalasHapusTerima kasih atas infonya, sangat, its helpful 😁
BalasHapusakhirnya jadi tau
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusTerimakasih min.
BalasHapuswah baru tau info tentang efek mcgurk. terimakasih untuk tips"nya ini sangat membantu
BalasHapuskeren
BalasHapusinformatif sekalii, terimakasih blognya kak Fazri sangat membantu!
BalasHapusSangat informatif nih di masa pandemi seperti ini
BalasHapusSangat bagus banget informasi nya
BalasHapusMakasih banyak atas informasinya. .
BalasHapusMantap mantap
BalasHapusIni erat kaitannya dengan Intonasi, gestur tubuh dan mimik wajah. Terima kasih, at least saya tau tentang efek McGurk
BalasHapusinformasi yang sangat berguna
BalasHapus